Senin, 29 Juni 2015

Awal musim panas SUDAN 2015 dan drama pindah rumah :p



Musim dingin sudah berlalu dan benaran sudah lewaaat. Sampai-sampai saya seakan lupa bagaimana rasanya musim dingin kemarin.  Padahal saya sudah bersemangat sekali, soalnya kata suami, selama hampir 5 tahun disini musim dingin tahun inilah yang paling dingin, di siang hari suhu bisa dibawah 10 sampai 5 derajat, apalagi kalau subuh hari, namun ternyata sangat singkat watunya. :P namanya juga afrika musim panasnya memang lebih mendominasi hampir di sepanjang tahun.

Beberapa hari ini, panas sudah bukan sekedar menyapa lagi, tapi dia sudah sungguhan menampakkan diri tanpa ragu-ragu. Tidak seperti beberapa minggu yang lalu saat cuaca masih labil-labilnya dengan suhu yang naik turun macam harga BBM di Indonesia.

Di awal musim panas ini, saya sudah menempati rumah (sewaan) yang baru. Padahal kalau bertanya ke hati saya, saya sudah sangat betah di rumah yang dulu. Dengan lokasi yang cukup dekat dengan Jami'ah dan harga yang sesuai dengan rumahnya, belum lagi saya dan suami sudah satu setengah tahun menetap disana,  ada banyak kenangan mulai dari awal- awal kedatangan, sedih, bahagia, galau, semangat, jatuh bangun semua di mulai dirumah itu. Bahkan awal kehidupan rumah tangga saya di mulai dirumah itu. Hingga 2 tahun pernikahan saya masih di rumah itu. Meski bertepatan setelah 2 tahun pernikahan, besoknya saya sudah harus angkat kaki. -_-

Bisa dibilang, kepindahan saya ini sedikit berbau drama. Setelah si yang punya rumah menaikkan harga sewa yang lumayan mencekik (?) kami akhinya memutuskan harus pindah, meski sebelum keputusan itu suami masih terus membujuk si yang punya rumah, tapi saat sudah mentok, akhirnya kami minta keringanan paling tidak memberikan kami waktu sampai setelah saya dan suami selesai imtihan (ujian). Akhirnya dia setuju, dan jadilah saya dan suami menjalani hari-hari imtihan sambil sibuk mencari rumah dan lumayan deg-degan tapi masih terus tawakkal bahwa akan ada jalan In syaa' Allah.

Setelah saya dan suami akhirnya selesai imtihan, di mulailah episode berkeliling mencari rumah yang  kami hanya diberi waktu seminggu oleh si yang punya rumah. Di Sudan mencari rumah itu tidak mudah. Kadang ada yang harganya sangat mahal padahal rumahnya tidak sebanding. Karena itu mencari rumah disudan butuh  tenaga dan waktu yang tidak sebentar, namun Alhamdulillah tepat sebelum waktu yang diberikan habis, suami akhirnya mendapat rumah yang disewakan tidak jauh dari rumah yang kami harus angkat kaki darinya (?). Meski waktunya mepet sekali dan sudah bikin deg-degan kalau-kalau kami beneran diusir padahal belum dapat rumah. *ckck. Sampai  adek di indonesia sudah komen, “kalian berdua itu tingkat ketawakkalannya tinggi sekali yah, masa besoknya udah mau disuruh minggat dapat rumahnya baru hari ini.” Hahahaa.

Dimulailah proses angkat barang. Saya sih tentu tidak ikut angkat barang ya, saya cuman menggandeng tas saya sendiri, dan bantal dua biji. Hahaa. Selebihnya diangkat oleh suami dan teman-temannya yang asli kassa’2 (kuat) sekalee. Masa koper yang gedenya muat satu orang bisa diangkat seorang diri, dan ini tidak pake mobil loh, dia ngangkatnya jalan kaki saja. MaasyaAllah. Sangat bersyukur, disaat membutuhkan ada banyak orang yang bersedia membantu. Proses pindah barang selesai, sekarang giliran saya dan suami yang sibuk beres rumah. Atur sana atur sini, angkat ini angkat itu. Dan akhirnya sudah  lumayan rapi dan bersih beberapa hari kemudian. Alhamdulillah.

Dan disinilah saya, sang  istri yang fulltime dirumah *asik. masih sibuk beres-beres berbagi macam hal dirumah, bikin sarapan tidak lagi buru-buru :p, bisa masak dengan tenang di pagi hari, membersihkan rumah dengan santai, dan malamnya tidak perlu nyuci baju lagi karena sudah dikerjain di pagi hari. Soalnya kalau kuliah jadi terbalik, berhubung saya kuliah pagi dari jam 8 sampai siang. Tapi setelah sebulan ini tidak kuliah karena saya sudah selesai Ma’had Lughoh, jadi ada sedikit kebosanan yang harus saya tepis. Masih harus menunggu beberapa bulan lagi. Ya setidaknya saya bisa berisitirahat sebelum kembali memulai proses ijroaat kuliah S1 dan setelahnya insyaAllah memulai perkuliahan (kalau lulus) aamiiiin.

Di rumah yang baru ini alhamdulillah saya sudah mulai bisa beradaptasi, Meski dihari-hari pertama masih berasa lumayan tidak nyaman dan sedikit takut. Sampai ditinggal suami sholat saja saya sudah meneror dia dengan sms-sms yang isinya kurang lebih sama “kak, cepatki pulang, takutkaa >_<” kalau kata ummi sih rumah baru memang seperti itu, apalagi rumah ini memang belum pernah ditinggali sebelumnya *mulaihorror* karena itu saya dan suami bergantian membaca surah Al Baqarah, atau paling tidak memutar murottal surah Al Baqarah, dan terbukti, setelah rajin membaca surah Al Baqarah, perasaan saya jadi lebih nyaman. Hehe. Intinya saya sangat bersyukur, dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, saya dan suami sudah mendapatkan rumah untuk ditinggali, setidaknya hingga beberapa bulan kemudian. 


0 komentar:

Posting Komentar

Who am i?

Foto saya
Khartoum, Al Khartoum, Sudan
Ikhwan's No.3 | Fakhrurrazi's 💍| Cintanya Al amin Muhammad| Student Mom yang menikah di usia 16 dan masih terus belajar menjadi Ibu, Istri, dan anak yang sholihah.

Followers