Sabtu, 23 April 2016

Surat Cinta di awal tahun ke-4


Untuk Abi to be (Insyaa Allah). My Husband. My best friend and partner. My teman berantem. The Love of my life; Muhammad Fakhrurrazi Anshar, Roziku, Cintaku.

Sayang, kita sama-sama tahu bahwa 3 tahun ini bukanlah tahun-tahun yang mudah. Tapi kita tetap bersama. Sebab kita pun sama-sama tahu bahwa 3 tahun ini adalah tahun-tahun paling berharga sepanjang hidup kita. Bukan begitu, sayang?

Sayang, mungkin bagi orang banyak, kita bukanlah dua orang paling ideal untuk dipasangkan, tetapi kita adalah dua orang yang Allah persatukan. Kita sudah tertakdirkan. Dan takdir kebersamaan kita bagiku adalah sebuah kesyukuran yang begitu besar.

Kau membawaku melewati berbagai hari dengan beragam rasa. Roller coaster kehidupan rumah tangga.

3 tahun ini…

Kau melindungi, aku merasa aman.
Kau bertanggung jawab, aku pun merasa nyaman.
Kau menyakiti, aku menangis.
Kau ukir senyum di hatiku, aku bahagia
Aku mencintai, kau lebih mencintai.
Aku marah, kau mengerti.
Aku kecewa, kau berubah.
Aku salah, kau ajari aku.
Kau  salah, kita belajar bersama.
Aku jatuh, kau ada.
Kau jatuh, aku ada.

3 tahun ini kita sama-sama belajar, bahwa bersama selalu lebih baik. Meski terkadang berpisah tak bisa kita hindari. Terima kasih untuk 3 tahun ini. Terima kasih untuk setiap rasa yang membuatku belajar untuk lebih baik dari setiap peristiwa dan masalah.

Aku selalu ingat hari-hari kita di negeri yang jauh.
Di rumah kita, yang hanya ada kita.

Ada saat kita kehabisan bahan makanan untuk dimasak. Aku khawatir dan mulai berpikir, namun ternyata kau pulang membawa harapan lagi. Kemudian kita melanjutkan kehidupan di hari esok.
Terima kasih telah membawaku terbang jauh dari negeriku. Kemudian kita belajar susah senang bersama. Kita bertengkar, dan berbaikan. Kita menyakiti, kemudian memaafkan. Kita bersama, terpaksa berpisah, kemudian bersama lagi. Semua atas izin Allah.

Terima kasih selalu menjadi lelaki yang menginginkan kebahagiaanku. Terima kasih selalu menjadi suami yang tak pernah bosan untuk belajar. Dan terima kasih karena telah mengajakku belajar bersamamu.

Kadang kau berdiri di depanku memimpin dengan tanggung jawab.
Sering kali kau di sampingku, mengenggam erat tanganku. Itu caramu menyampaikan cinta.
Tak jarang kau berdiri di belakangku, melindungi dan memberi rasa aman.

Maafkan aku, jikalau aku belum menjadi yang terbaik di matamu. Maafkan aku yang seringkali lalai dalam menjalankan tanggung jawabku sebagai seorang istri. Maafkan aku yang mudah menangis. Maafkan aku yang suka pote-pote. Maafkan aku yang selalu bawel mengingatkanmu berbagai hal. Maafkan aku. Maafkan aku.

Aku tahu. Aku sadar. Aku adalah wanita dengan sejuta kekurangan disana-sini. Tapi aku pun hanya ingin kau tahu, bahwa aku terus belajar.  Bahwa aku menempatkanmu di posisi terdalam di hatiku. Bahwa karena Allah, aku mencintaimu dengan segenap jiwaku.

3 tahun yang lalu, di usia 16 tahunku. Kau datang mengulurkan tanganmu, mengajakku kedalam bahteramu. Dan kini, lebih dari 3 tahun kita telah bersama. Sedikit banyak pahit manis kehidupan telah kita cecap berdua. Bersama dan berpisah. Meninggalkan dan ditinggalkan.

Terima Kasih untuk 3 tahun ini ya, sayang..
Aku terus berdoa, semoga Allah mempersatukan kita, sampai akhir waktu. Bersama hingga ke syurga. Seperti janji kita. Sekarang kau pergi lagi, melanjutkan perjuangan di negeri yang jauh. Meninggalkanku dan dia. Doa dan harapan tak henti kita panjatkan. Untuk kesehatan dan keselamatannya.

Semoga Allah Ridhai perjalanan kita, dan semoga kita berdua semakin belajar dari hari ke hari. Mempersiapkan diri untuk menjadi ummi dan abi. Lebih bertanggung jawab atas peran kita masing-masing. Lebih saling memperhatikan. Dan juga Lebih saling mencinta. Semangat berjuang.

Lagi-lagi, terima kasih untuk 3 tahun ini.

Dari Ummi to be (Insyaa Allah), your the one and only wife. Calon Ibunya anak-anakmu. (yang suka pote2 demi kebaikanmu) yang baper kemana-mana, yang cengeng, yang menunggumu kembali pulang, dan yang selalu merindumu; Aisyah Muhammad Ikhwan, Isyahmu, Cintamu.

“Untuk hadiah terindah di 3 tahun kita… Alhamdulillahilladziy bini’matihi tatimush sholihat…”


Makassar, 23 April 2016

Aisyah Ikhwan Muhammad.











2 komentar:

Unknown at: 25 Mei 2016 pukul 06.05 mengatakan...

Baperrrrrr.. baperrr... sesaaak.. sesak.. ndk bisa napas.. kehabisan oksigen... tolong.. tolong... tolongg....

Nusaibaherwin at: 9 Juli 2016 pukul 04.48 mengatakan...

Ihh bapernyaaaaaaa 😂😂😂😂😭😭😭😭😭😔😔😔😔

Posting Komentar

Who am i?

Foto saya
Khartoum, Al Khartoum, Sudan
Ikhwan's No.3 | Fakhrurrazi's 💍| Cintanya Al amin Muhammad| Student Mom yang menikah di usia 16 dan masih terus belajar menjadi Ibu, Istri, dan anak yang sholihah.

Followers