Kamis, 31 Januari 2013

Hamas : Pelajari Bahasa Ibrani untuk Ketahui Musuhmu!



Hamas di Jalur Gaza berencana memperluas pengajaran bahasa Ibrani di sekolah-sekolah yang ada di jalur Gaza untuk membantu rakyat Palestina mengetahui musuh pada saat konflik dengan Israel.

Hal ini tidak berarti Hamas mencapai kemajuan pendidikan bahasa Ibrani di Gaza   melainkan bertujuan untuk menjadikan keterampilan berbahasa sebagai salah satu perlawanan melawan Israel.
Hamas mengatakan rakyat Gaza akan mendapatkan keuntungan dari kemampuan untuk memahami apa yang Israel katakan dalam bahasa mereka.
Hamas telah mengirim pesan acaman terhadap Israel melalui video dan Radio selama bentrokan yang berlangsung delapan hari di bulan November dimana berakhir dengan gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir.
Media menyoroti keinginan Hamas dalam penggunaan bahasa Ibrani sebagai alat propaganda dalam konflik, dan bahkan Izzudin al-Qassam, sayap militer Hamas, mulai menggunakan bahasa Ibrani dalam keterangan di akun Twitter nya.
Samiyah Nakhola, Kepala Kurikulum Departemen Pendidikan di jalur Gazza mengatakan kepada Reuters “Tujuan pengajaran bahasa Ibrani agar Siswa dan siswi kami mampu mengerti bahasa musuh mereka.”
Ia menambahkan bahwa perluasan pengajaran bahasa ini adalah rencana kementerian dan memenuhi meningkatnya permintaan untuk belajar bahasa Ibrani kepada siswa di Palestina yang ingin belajar bahasa musuh mereka untuk menghindari kejahatan dan penipuan yang dilakukan oleh musuh.
Dan bisa di gunakan untuk mengetahui apa yang sedang terjadi pada kehidupan politik Israel dan kebijakan Israel terutama strategi mengenai Palestina melalui surat kabar dan media elektornik milik Israel. (hr/Islam today)
Sumber: www4.eramuslim.com
Minggu, 27 Januari 2013

Sebuah Tentakel Ekonomi Bernama,, RIBA!!


Ia lebih sadis dari terorisme!
Ia lebih kejam bahkan lebih menyeramkan dari tindakan kriminal apapun!
Sebutkan apa saja..! dan kau tidak akan menemukan sistem yang memperbudak ummat manusia di seluruh dunia sedemikian dahsyat dibandingkan sistem keuangan "dzalim" yang di praktikkan oleh lebih dari tujuh miliar jiwa populasi dunia..!  (The Book Of Codes)

Sistem keuangan ciptaan para knight templar..
yang menyengsarakan, mendzalimi, hingga membunuh sekian banyak manusia dalam negeri "lucu" -yang katanya "Merdeka"- bernama INDONESIA. Sistem keuangan terkutuk bin haram itu disebut dengan nama,, RIBA..!!

Wahai sebuah tentakel ekonomi yang kini masih betah dalam penyamaran keji sebagai "BUNGA"...  akankah kau lenyap, hilang, hingga MATI!? 

Sungguh.yang tersisa hampir habis. Tinggallah tetes terakhir..
tahukah, sisa perjuangan bersama harapan itu, 
masih ada ada keyakinanan untuk kita percaya..!
"Innal baathila kaana zahuuqaa'...! Sesungguhnya kebathilan pasti akan lenyap..!

Fight Riba! Find The Freedom!
Aisyah Muhammad Ikhwan.
Sabtu, 12 Januari 2013

Bukan Israel, Tapi Zionis Yahudi!


Nama Israel sudah populer di semua kalangan. Hampir seluruh media massa di dunia menyebut sebuah negara penjajah yang menguasai Palestina saat ini sebagai “negara Israel”. Padahal jika dijelusuri secara historis, istilah Israel dalam hal ini tidak tepat. Ini adalah bagian dari “perang terminologi”. Tanpa sadar, hampir keseluruhan umat Islam dengan mudah mengucapkan kata “Israel” bahkan diikuti dengan kata atau doa yang buruk serta laknat terhadap mereka. Padahal, nama Israel adalah nama Nabi Ya’qub alaihisalam.   

Yahudi memanfaatkan nama “Israel” saat mereka membangun kekuatannya di era modern ini. Dengan nama itu, mereka mengklaim terikat dengan dengan Nabi Allah Israil alaihissalam, mengikuti agamanya, pewarisnya, keturunannya. Dan seakan Allah meridlai mereka.


Tatkala Yahudi menduduki Palestina dan mendirikan negara mereka di sana, mereka menamakannya dengan “negara Israel”. Lembaga dan instansi yang ada juga atas nama Israel; Bank Israel, bendera Israel, tanah Israel, suara Israel, tentara pertahanan Israel, kementerian luar negeri Israel dan seterusnya.

Agar diterima oleh masyarakat dunia, Yahudi memberikan imbuhan dan kesan dimensi agama dalam entitas dan eksistensi mereka di tanah Palestina. Ini mereka lakukan agar masyarakat internasional simpati agamis dan kalangan yahudi dunia sudi eksodus ke negara Yahudi, mengerahkan seluruh energi dan potensi yang mereka milik untuk negara penjajah ini.

Selain itu, dengan menamakan diri sebagai “negara Israel” cara seperti ini, Yahudi ingin mempengaruhi kalangan Kristen dunia dan mendapatkan dukungan. Sebab kalangan ini juga mengklaim beriman kepada Injil (Bibel) dan Taurat juga. Taurat adalah Perjanjian Lama dan Bibel adalah Perjanjian Baru. Keduanya diyakini kalangan Kristen sebagai kitab suci.

Yahudi ingin memberikan entitas mereka di Palestina untuk kalangan Kristen sebagai wujud nubuwat dalam perjanjian lama di dalam kita suci. Mereka ingin menunjukkan seakan ini sebagai perwujudan janji Allah kepada Ibrahim dan Israil (Yakqub). Mereka ingin memberikan pemahaman kepada Kristen bahwa dukungan kepada ensitas Yahudi di Palestina adalah konsekwensi keimanan Kristen kepada Injil (Bibel). Karenanya, sebagian negara Kristen di barat terpengaruh kepada klaim Yahudi ini.

Israil adalah Nama Nabi

Israil adalah Nabi Allah yang mulia dan dicintai-Nya. Ia adalah Yakqub bin Ishak bin Ibrahim alaihimussalam. Allah berfirman,

“Mereka itu adalah orang-orang yang Telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang Telah kami beri petunjuk dan Telah kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (Maryam: 58)

Sementara Bani Israil adalah anak dan keturunan Nabi Yakqub 12 orang, Yusuf dan saudara-saudaranya. Dari 12 orang inilah berkembang biak dan menjadi Bani Israil saat mereka tinggal di Mesir bersama Yusuf. Ketika datang Musa, mereka keluar bersamanya ke Gurun Sinai. Saat mereka kehausan Musa memukulkan tongkatnya ke batu dan mengeluarkan mata air sebagi mukjizat.

Nama Bani Israil digunakan sampai diutusnya Nabi Muhammad. Ayat Al-Quran jelas menginformasikan tentang mereka, sejarah, perbuatan, taklif Allah kepada mereka, kesalahan dan penyimpangan mereka.

Yahudi atau Israel?

 Al-Quran menyebut Yahudi kepada Bani Israil setelah diutusnya Nabi Muhammad dan setelah mereka kufur dan mengingkari kenabian beliau. Nama Yahudi adalah bukan bahasa Arab namun digunakan untuk mengistilahkan bangsa kafir yang dimurkai Allah. Nama Yahudi hanya disebutkan dalam ayat-ayat madani (yang turun setelah hijrah ke Madinah) di delapan kali di surat; Al-Baqarah, Al-Maidah, dan di At-Taubah semuanya dengan konteks celaan atas mereka dan bukan pujian.

 Beralihnya peristilahan Al-Quran dari Bani Israil kepada Yahudi ini memberikan kesimpulan bahwa umat Islam wajib mengikuti methode Al-Quran dalam membedakan antara Yahudi dan Bani Israel.

Ketika Al-Quran mengganti istilah Bani Israel menjadi Yahudi ini ingin menghilangkan mereka dari warisan hakiki Ibrahim dan Israil. Meski mereka mungkin masih ada keturunan Nabi Israil, namun mereka bukan pewarisnya karena mereka tidak mengikuti agama beliau.

Karena itu untuk menunjuk kepada negara penjajah di Palestina saat ini yang benar adalah menyebutkan “negara penjajah zionis yahudi” dan bukan Israel. Zionis menunjuk kepada organisasi internasional jahat yang merancang berdirinya negara penjajah tersebut di Palestina. Sebab jika menggunakan Israel dikhawatirkan akan memberikan imbuhan laknat, celaan, cercaan kepada seorang Nabi Allah yakni Yakqub. Jika pun terpaksa menggunakannya karena tuntutan konteks jurnalistik maka menyebut itu dengan tanda petik ‘Israel’.(infopalestina)
Rabu, 19 Desember 2012

Mimpi itu masih ada.:))


Mimpi itu masih ada. Mimpi yang sejak dahulu telah membersamai setiap perjalananmu.

Mimpi itu masih ada. Ia masih kokoh, berdiri tegak tak tehempas, bertahan dengan keteguhan biidznillahi ta'ala.

Mimpi itu masih ada.. ya,  tak bisa dipungkiri,seringkali kau pun penat dengan mimpi mimpi yang menjulang tinggi itu. Namun kau kembali, ketika mendapati mimpi itu masih ada. ia masih ada.. mimpi yang hampir saja kau khianati. Ia masih ada! karena ia percaya, percaya padamu.

Mimpi itu masih ada, dan kini semakin bertumbuh, pesat sekali! semakin ia mustahil, semakin kau menambah ketinggian mimpi itu. Hingga mimpi itu tak lagi setinggi langit, namun telah menembus langit. Ia menembus batas! Ia menuju tak terbatas! Ia ingin melampauinya.

Mimpi itu masih ada. Mimpi mimpi sederhana nan mulia, mimpi mimpi agung, hingga mimpi mimpi tak masuk akal. Ia masih ada.Seperti mimpimu yang ingin menjalani kehidupanmu di tanah haram makkah dan madinah.Seperti mimpimu yang ingin menjejakkan kakimu di bumi mulia Al quds, Palestina.Seperti mimpimu yang ingin menjadi seorang hafidzah sejati,.Ahlul Qur'an. Hingga seperti mimpimu yang ingin menggapai Mars, venus ,bulan, konyol mungkin.tapi sekali lagi  ungkapan bahwa "mimpi itu gratis" membuatmu tak mengindahkan kekonyolan itu.ha.#ckck.

Tapitapi, mimpimu butuh perwujudan. Butuh realisasi nyata! Ia butuh diperjuangkan dengan ke istiqomahan. Ia butuh KAU!! Untuk membuatnya nyata, .berwujud dalam alam realita, tebebas dari sekedar angan dan cita-cita.

Kau benar mimpi itu masih ada. Hingga kini bahkan. Namun, detik terus berlalu, kepingan masa yang kau miliki semakin berkurang, kau tahu itu sod! Dengan demikian, kau sadar, mimpimu bisa memudar, sedikit demi sedikit, hingga akhirnya hilang, tanpa bekas. kau sadar? maka bangkitlah. Jangan biarkan mimpimu terlalu letih menunggu, jangan biarkan ia bosan hingga MATI, jangan!

Kali ini, untuk mimpi mimpi tak masuk akalmu, biarkanlah ia menetap untuk sementara, menjadi mimpi yang menghiasi hatimu, biarkan Allah yang menakdirkan,bahwa akankah di masa depan ia menjadi sebuah kenyataan.

Namun namun, untuk mimpi agung nan mulia itu, jangan biarkan ia sendiri sod! Gandenglah ia dengan perjuangan, tuntun kawan sejatimu itu menuju  sebuah perwujudan. Sebab mimpmu harus segera berada dalam genggaman,we have no time!! Tak ada lagi waktu untuk sebuah pengkhianatan, sudah cukup ia bersabar dan berjuang untukmu. Kini waktunya bagi dirimu untuk membalas segala pengorbanannya.mimpi yang masih ada itu, mimpi yang SELALU ada itu, ingin bekerjasama.. Maka,berjuanglah untuk mimpimu, dan mimpimu, akan berjuang untukmu. fight for your dream, and your dream will be fight fo you.:)

Kau ingat bukan? "mimpi itu gratis" ehe. Maka bermimpilah, karena mimpi itu akan selalu ada.menujulang tinggi, menembus langit, menembus batas.! Dan biidznillah, perwujudan mimpi itu, petualanganmu dalam perjalanan panjang menggapainya, di mulai di sini, di sini di hatimu, pikiranmu, dan actionmu.

Fight for your dream and your dream will be fight for you.:))



Aisyah Muhammad Ikhwan.

Minggu, 16 Desember 2012

Sleep.



Rubiks berputar.
Tangan terpelintir.*astaghfirullah
Jari menari(?).Fingger tutting.

Venus berotasi.
Matahari meninggalkan.
Sang bintang kejora pun Nampak.
Bulan kawan sejati.

Awan menutupi.
Hujan pun turun.
Guntur membahana.
Kilat menyambar.

Malam pun tiba..
Time to sleep.sleep.SLEEP!
Pejamkan matamuu!!

Time to sleep.sleep.SLEEP!
Panjatkan Do’a kepada Allah.!

Time To Sleep.sleep.SLEEP!
berharap bisa tidur!:(

Ps: intinya.satu2nya alasan tulisan dengan genre ‘gaje akut maksimal’ super duper nda penting ini bisa tercipta adalah karena,ada seorang penulis baik hati yang sangat2 ingin memejamkan mata.namun.apa daya.Allah menakdirkan insomnia-nya kambuh.ha.

Writer: Ckckck.Astaghfirullah.! *penulis telah sadar.:)

Jumat, 23 November 2012

Gaza is The Best..!





Setiap sesuatu pasti ada puncaknya, yang terbaik di antara yang terbaik. Dan untuk bumi Allah, tak ada tempat terbaik saat ini, kecuali Gaza. Dialah puncak dari semua tempat terbaik di muka bumi.
Dia menjadi mulia karena di dalamnya ada aktivitas jihad, yang merupakan puncak dari Islam. Kota itu setiap hari selalu dalam siaga perang. Hampir setiap hari ada berita warga yang syahid. Setiap malamnya bertugas pasukan yang menjaga perbatasan dari musuh zionis.
Aktivitas siaga & berjaga-jaga ini dlm Islam disebut “Ribath” & ribath adalah puncak dari jihad. Jika Gaza tertidur, Zionis pasti menyerang dan mengambil bumi itu untuk kembali dijajahnya. Hal tersebut tertuang dalam protokol zionis yang ingin merebut semua wilayah Palestina.
Ibnu Taimiyah mengatakan, “Ribath di jalan Allah jauh lebih mulia daripada mengunjungi Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsa”. Tidak ada perbedaan pandangan para ulama tentangnya.
Hal ini sesuai dengan Firman Allah, “Apakah (orang orang) yang memberi minuman kepada orang orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram kamu samakan dengan orang orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah” [At-Taubah (9):19]
Nabi SAW bersabda, “Ribath sehari, lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya” (HR. Bukhori)
Ribath itulah yang menjadi kemuliaan kota ini. Allah dan Rasul-Nya yang menjamin kemuliaannya. Saya merasakan sendiri betapa kota ini berbeda dengan kota Islam lain. Jamaah masjid yang penuh, jalanan bersih minim sampah walaupun terhias puing puing korban perang, kesantunan bahasa dan kerapihan penampilan warganya. Padahal mereka sedang berjihad!
Kebaikan menyebar dalam semua sudut kehidupan mereka. Inilah jihad yang menghasilkan kehidupan positif. Dan itu semua ada di Gaza. (and)

Sumber:www.eramuslim.com
Selasa, 20 November 2012

Benarkah Zionis Yahudi Keturunan Kera dan Babi ?



Assalamu alaikum wr. Wb. Ustadz,
Dalam berita-berita yang dilansir eramuslim. Com sering menyebutkan keturunan Zionis-Israel sebagai ‘keturunan kera dan babi’.
Saya sama sekali bukan simpatisan mereka, tapi apakah menyebut mereka seperti itu ada dalilnya? Atau itu semata-mata adalah refleksi kebencian terhadap kebengisan dan kekejian tindakan keturunan Zionis-Israel?
Mohon maaf apabila ada kesalahan penyampaian kata-kata. Saya mendoakan agar pejuang-pejuang Palestina diberikan ketabahan dan pada akhirnya diberikan kemenangan oleh Allah SWT. Amin.
Wassalamu alaikum wr. Wb.
MWilson
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Anda benar bahwa zionis Israel bukan keturunan kera dan babi. Mereka adalah keturunan nabi Adam dan Hawwa ‘alaihissalam.
Bahwa sebagian orang yahudi di masa lalu pernah dikutuk menjadi kera dan babi, sebenarnya tidak salah. Di dalam Al-Quran memang ditegaskan hal itu dan kita tentu wajib mempercayainya.
Kisahnya ada di dalam beberapa surat, yaitu:

Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina." (QS. Al-Baqarah: 65)

Katakanlah, "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka yang dijadikan kera dan babi dan menyembah thaghut?" Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al-Maidah: 60)

Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, "Jadilah kamu kera yang hina.(QS. Al-A’raf: 66)

Tiga ayat itu jelas-jelas menyebutkan bahwa sebagian umat yahudi yang membangkang itu dihukum dengan cara yang sangat aneh, yaitu mereka dikutuk berubah wujud menjadi kera dan babi.

Hukuman ini bersifat penghinaan dan untuk menjatuhkan mentalitas kaum yang membangkang dari perintah Allah. Jarang-jarang ada jenis hukuman sedahsyat itu. Biasanya paling-paling ada banjir, angin topan, gempa bumi, atau wabah. Yang jadi korban cukup banyak.

Tapi kalau hukuman menjadi kera dan babi, memang hukuman yang sangat bersifat psikologis. Di mana martabat si pelaku dipermalukan di depan umum. Tentunya karena dosa yang dilakukannya sudah kelewatan.

Kera dan Babi Kutukan Tidak Berketurunan
Barangkali karena ada ayat yang menceritakan yahudi dikutuk menjadi kera dan babi, maka ada sebagian teman kita yang beranggapan bahwa sebagian dari orang yahudi itu berarti anak keturunan kera dan babi.
Sayangnya anggapan ini kurang tepat. Sebab kalau kita baca di dalam kitab tafsir yang menjelaskan ayat-ayat di atas, ternyata kera dan babi kutukan itu tidak lama kemudian mati dan tidak berketurunan.
Jadi tidak ada istilah bangsa keturunan kera dan babi, karena ternyata kera dan babi jadi-jadian itu mati dan tidak ada keturunannya.

Awalnya dahulu Rasulullah SAW pernah juga menduga sejenis hewan yang mirip biawak dan disebut dengan dhab sebagai keturunan dari babi dan kera atau hewan yang dikutuk dari manusia. Sehingga disebutkan bahwa beliau SAW tidak mau memakannya.

Namun setelah itu, Allah SWT menjelaskan bahwa hewan itu bukan keturunan dari penjelmaan manusia yahudi yang dikutuk. Dan bahwa yahudi yang dikutuk menjadi kera dan babi itu kemudian hanya hidup selama tiga hari saja, sesudah itu mati.

Jadi boleh dibilang bahwa mereka sebenarnya dihukum mati oleh Allah SWT, namun sebelum matinya, wujud mereka berubah dulu jadi binatang. Dan karena setelah itu mereka mati, tentu tidak akan ada keturunannya.

Dan akhirnya, Rasulullah SAW membiarkan para shahabat memakan daging dhabb itu, meski beliau sendiri tidak memakannya. Peristiwa ini oleh para ulama disebut sebagai taqrir (pembolehan) dari nabi SAW atas hukum suatu masalah, meski beliau sendiri tidak melakukannya.

Disebutkan keterangan seperti ini di dalam kitab tafsir, khususnya yang membahas tentang kutukan Allah SWT terhadap ashhabussabti, mereka yang melanggar larangan untuk mencari ikan di hari Sabtu.
Di dalam kitab tafisr Al-Jami’ li Ahkamil Quran karya Al-Qurthubi jilid 1 halaman 440, disebutkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa orang yang dikutuk menjadi kera dan babi itu tidak hidup kecuali tiga hari saja.

Dan telah jelas bahwa Allah SWT tidak mengubah manusia menjadi kera atau hewan lainnya lalu bisa beranak pinak.

Karena itu kita boleh menjuluki zionis yahudi itu dengan beragam sebutan yang buruk, seperti bangsa yang degil, pelaku kejahatan, langganana kriminal, haus darah, pembunuh yang tangannya berlumuran darah, syetan pencabut nyawa atau apapun. Tapi yang pasti, mereka bukan keturunan dari kera dan babi. Sebab kera dan babi yang merupakan hasil kutukan Allah SWT di masa lalu, sudah mati tiga kemudian tanpa menghasilkan keturunan.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

Sumber:www.eramuslim.com











Who am i?

Foto saya
Khartoum, Al Khartoum, Sudan
Ikhwan's No.3 | Fakhrurrazi's 💍| Cintanya Al amin Muhammad| Student Mom yang menikah di usia 16 dan masih terus belajar menjadi Ibu, Istri, dan anak yang sholihah.

Followers