Tampilkan postingan dengan label Di Jalan Para Pejuang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Di Jalan Para Pejuang. Tampilkan semua postingan
Minggu, 27 Januari 2013

Sebuah Tentakel Ekonomi Bernama,, RIBA!!


Ia lebih sadis dari terorisme!
Ia lebih kejam bahkan lebih menyeramkan dari tindakan kriminal apapun!
Sebutkan apa saja..! dan kau tidak akan menemukan sistem yang memperbudak ummat manusia di seluruh dunia sedemikian dahsyat dibandingkan sistem keuangan "dzalim" yang di praktikkan oleh lebih dari tujuh miliar jiwa populasi dunia..!  (The Book Of Codes)

Sistem keuangan ciptaan para knight templar..
yang menyengsarakan, mendzalimi, hingga membunuh sekian banyak manusia dalam negeri "lucu" -yang katanya "Merdeka"- bernama INDONESIA. Sistem keuangan terkutuk bin haram itu disebut dengan nama,, RIBA..!!

Wahai sebuah tentakel ekonomi yang kini masih betah dalam penyamaran keji sebagai "BUNGA"...  akankah kau lenyap, hilang, hingga MATI!? 

Sungguh.yang tersisa hampir habis. Tinggallah tetes terakhir..
tahukah, sisa perjuangan bersama harapan itu, 
masih ada ada keyakinanan untuk kita percaya..!
"Innal baathila kaana zahuuqaa'...! Sesungguhnya kebathilan pasti akan lenyap..!

Fight Riba! Find The Freedom!
Aisyah Muhammad Ikhwan.
Sabtu, 12 Januari 2013

Bukan Israel, Tapi Zionis Yahudi!


Nama Israel sudah populer di semua kalangan. Hampir seluruh media massa di dunia menyebut sebuah negara penjajah yang menguasai Palestina saat ini sebagai “negara Israel”. Padahal jika dijelusuri secara historis, istilah Israel dalam hal ini tidak tepat. Ini adalah bagian dari “perang terminologi”. Tanpa sadar, hampir keseluruhan umat Islam dengan mudah mengucapkan kata “Israel” bahkan diikuti dengan kata atau doa yang buruk serta laknat terhadap mereka. Padahal, nama Israel adalah nama Nabi Ya’qub alaihisalam.   

Yahudi memanfaatkan nama “Israel” saat mereka membangun kekuatannya di era modern ini. Dengan nama itu, mereka mengklaim terikat dengan dengan Nabi Allah Israil alaihissalam, mengikuti agamanya, pewarisnya, keturunannya. Dan seakan Allah meridlai mereka.


Tatkala Yahudi menduduki Palestina dan mendirikan negara mereka di sana, mereka menamakannya dengan “negara Israel”. Lembaga dan instansi yang ada juga atas nama Israel; Bank Israel, bendera Israel, tanah Israel, suara Israel, tentara pertahanan Israel, kementerian luar negeri Israel dan seterusnya.

Agar diterima oleh masyarakat dunia, Yahudi memberikan imbuhan dan kesan dimensi agama dalam entitas dan eksistensi mereka di tanah Palestina. Ini mereka lakukan agar masyarakat internasional simpati agamis dan kalangan yahudi dunia sudi eksodus ke negara Yahudi, mengerahkan seluruh energi dan potensi yang mereka milik untuk negara penjajah ini.

Selain itu, dengan menamakan diri sebagai “negara Israel” cara seperti ini, Yahudi ingin mempengaruhi kalangan Kristen dunia dan mendapatkan dukungan. Sebab kalangan ini juga mengklaim beriman kepada Injil (Bibel) dan Taurat juga. Taurat adalah Perjanjian Lama dan Bibel adalah Perjanjian Baru. Keduanya diyakini kalangan Kristen sebagai kitab suci.

Yahudi ingin memberikan entitas mereka di Palestina untuk kalangan Kristen sebagai wujud nubuwat dalam perjanjian lama di dalam kita suci. Mereka ingin menunjukkan seakan ini sebagai perwujudan janji Allah kepada Ibrahim dan Israil (Yakqub). Mereka ingin memberikan pemahaman kepada Kristen bahwa dukungan kepada ensitas Yahudi di Palestina adalah konsekwensi keimanan Kristen kepada Injil (Bibel). Karenanya, sebagian negara Kristen di barat terpengaruh kepada klaim Yahudi ini.

Israil adalah Nama Nabi

Israil adalah Nabi Allah yang mulia dan dicintai-Nya. Ia adalah Yakqub bin Ishak bin Ibrahim alaihimussalam. Allah berfirman,

“Mereka itu adalah orang-orang yang Telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang Telah kami beri petunjuk dan Telah kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (Maryam: 58)

Sementara Bani Israil adalah anak dan keturunan Nabi Yakqub 12 orang, Yusuf dan saudara-saudaranya. Dari 12 orang inilah berkembang biak dan menjadi Bani Israil saat mereka tinggal di Mesir bersama Yusuf. Ketika datang Musa, mereka keluar bersamanya ke Gurun Sinai. Saat mereka kehausan Musa memukulkan tongkatnya ke batu dan mengeluarkan mata air sebagi mukjizat.

Nama Bani Israil digunakan sampai diutusnya Nabi Muhammad. Ayat Al-Quran jelas menginformasikan tentang mereka, sejarah, perbuatan, taklif Allah kepada mereka, kesalahan dan penyimpangan mereka.

Yahudi atau Israel?

 Al-Quran menyebut Yahudi kepada Bani Israil setelah diutusnya Nabi Muhammad dan setelah mereka kufur dan mengingkari kenabian beliau. Nama Yahudi adalah bukan bahasa Arab namun digunakan untuk mengistilahkan bangsa kafir yang dimurkai Allah. Nama Yahudi hanya disebutkan dalam ayat-ayat madani (yang turun setelah hijrah ke Madinah) di delapan kali di surat; Al-Baqarah, Al-Maidah, dan di At-Taubah semuanya dengan konteks celaan atas mereka dan bukan pujian.

 Beralihnya peristilahan Al-Quran dari Bani Israil kepada Yahudi ini memberikan kesimpulan bahwa umat Islam wajib mengikuti methode Al-Quran dalam membedakan antara Yahudi dan Bani Israel.

Ketika Al-Quran mengganti istilah Bani Israel menjadi Yahudi ini ingin menghilangkan mereka dari warisan hakiki Ibrahim dan Israil. Meski mereka mungkin masih ada keturunan Nabi Israil, namun mereka bukan pewarisnya karena mereka tidak mengikuti agama beliau.

Karena itu untuk menunjuk kepada negara penjajah di Palestina saat ini yang benar adalah menyebutkan “negara penjajah zionis yahudi” dan bukan Israel. Zionis menunjuk kepada organisasi internasional jahat yang merancang berdirinya negara penjajah tersebut di Palestina. Sebab jika menggunakan Israel dikhawatirkan akan memberikan imbuhan laknat, celaan, cercaan kepada seorang Nabi Allah yakni Yakqub. Jika pun terpaksa menggunakannya karena tuntutan konteks jurnalistik maka menyebut itu dengan tanda petik ‘Israel’.(infopalestina)
Rabu, 19 Desember 2012

Mimpi itu masih ada.:))


Mimpi itu masih ada. Mimpi yang sejak dahulu telah membersamai setiap perjalananmu.

Mimpi itu masih ada. Ia masih kokoh, berdiri tegak tak tehempas, bertahan dengan keteguhan biidznillahi ta'ala.

Mimpi itu masih ada.. ya,  tak bisa dipungkiri,seringkali kau pun penat dengan mimpi mimpi yang menjulang tinggi itu. Namun kau kembali, ketika mendapati mimpi itu masih ada. ia masih ada.. mimpi yang hampir saja kau khianati. Ia masih ada! karena ia percaya, percaya padamu.

Mimpi itu masih ada, dan kini semakin bertumbuh, pesat sekali! semakin ia mustahil, semakin kau menambah ketinggian mimpi itu. Hingga mimpi itu tak lagi setinggi langit, namun telah menembus langit. Ia menembus batas! Ia menuju tak terbatas! Ia ingin melampauinya.

Mimpi itu masih ada. Mimpi mimpi sederhana nan mulia, mimpi mimpi agung, hingga mimpi mimpi tak masuk akal. Ia masih ada.Seperti mimpimu yang ingin menjalani kehidupanmu di tanah haram makkah dan madinah.Seperti mimpimu yang ingin menjejakkan kakimu di bumi mulia Al quds, Palestina.Seperti mimpimu yang ingin menjadi seorang hafidzah sejati,.Ahlul Qur'an. Hingga seperti mimpimu yang ingin menggapai Mars, venus ,bulan, konyol mungkin.tapi sekali lagi  ungkapan bahwa "mimpi itu gratis" membuatmu tak mengindahkan kekonyolan itu.ha.#ckck.

Tapitapi, mimpimu butuh perwujudan. Butuh realisasi nyata! Ia butuh diperjuangkan dengan ke istiqomahan. Ia butuh KAU!! Untuk membuatnya nyata, .berwujud dalam alam realita, tebebas dari sekedar angan dan cita-cita.

Kau benar mimpi itu masih ada. Hingga kini bahkan. Namun, detik terus berlalu, kepingan masa yang kau miliki semakin berkurang, kau tahu itu sod! Dengan demikian, kau sadar, mimpimu bisa memudar, sedikit demi sedikit, hingga akhirnya hilang, tanpa bekas. kau sadar? maka bangkitlah. Jangan biarkan mimpimu terlalu letih menunggu, jangan biarkan ia bosan hingga MATI, jangan!

Kali ini, untuk mimpi mimpi tak masuk akalmu, biarkanlah ia menetap untuk sementara, menjadi mimpi yang menghiasi hatimu, biarkan Allah yang menakdirkan,bahwa akankah di masa depan ia menjadi sebuah kenyataan.

Namun namun, untuk mimpi agung nan mulia itu, jangan biarkan ia sendiri sod! Gandenglah ia dengan perjuangan, tuntun kawan sejatimu itu menuju  sebuah perwujudan. Sebab mimpmu harus segera berada dalam genggaman,we have no time!! Tak ada lagi waktu untuk sebuah pengkhianatan, sudah cukup ia bersabar dan berjuang untukmu. Kini waktunya bagi dirimu untuk membalas segala pengorbanannya.mimpi yang masih ada itu, mimpi yang SELALU ada itu, ingin bekerjasama.. Maka,berjuanglah untuk mimpimu, dan mimpimu, akan berjuang untukmu. fight for your dream, and your dream will be fight fo you.:)

Kau ingat bukan? "mimpi itu gratis" ehe. Maka bermimpilah, karena mimpi itu akan selalu ada.menujulang tinggi, menembus langit, menembus batas.! Dan biidznillah, perwujudan mimpi itu, petualanganmu dalam perjalanan panjang menggapainya, di mulai di sini, di sini di hatimu, pikiranmu, dan actionmu.

Fight for your dream and your dream will be fight for you.:))



Aisyah Muhammad Ikhwan.

Jumat, 23 November 2012

Gaza is The Best..!





Setiap sesuatu pasti ada puncaknya, yang terbaik di antara yang terbaik. Dan untuk bumi Allah, tak ada tempat terbaik saat ini, kecuali Gaza. Dialah puncak dari semua tempat terbaik di muka bumi.
Dia menjadi mulia karena di dalamnya ada aktivitas jihad, yang merupakan puncak dari Islam. Kota itu setiap hari selalu dalam siaga perang. Hampir setiap hari ada berita warga yang syahid. Setiap malamnya bertugas pasukan yang menjaga perbatasan dari musuh zionis.
Aktivitas siaga & berjaga-jaga ini dlm Islam disebut “Ribath” & ribath adalah puncak dari jihad. Jika Gaza tertidur, Zionis pasti menyerang dan mengambil bumi itu untuk kembali dijajahnya. Hal tersebut tertuang dalam protokol zionis yang ingin merebut semua wilayah Palestina.
Ibnu Taimiyah mengatakan, “Ribath di jalan Allah jauh lebih mulia daripada mengunjungi Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsa”. Tidak ada perbedaan pandangan para ulama tentangnya.
Hal ini sesuai dengan Firman Allah, “Apakah (orang orang) yang memberi minuman kepada orang orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram kamu samakan dengan orang orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah” [At-Taubah (9):19]
Nabi SAW bersabda, “Ribath sehari, lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya” (HR. Bukhori)
Ribath itulah yang menjadi kemuliaan kota ini. Allah dan Rasul-Nya yang menjamin kemuliaannya. Saya merasakan sendiri betapa kota ini berbeda dengan kota Islam lain. Jamaah masjid yang penuh, jalanan bersih minim sampah walaupun terhias puing puing korban perang, kesantunan bahasa dan kerapihan penampilan warganya. Padahal mereka sedang berjihad!
Kebaikan menyebar dalam semua sudut kehidupan mereka. Inilah jihad yang menghasilkan kehidupan positif. Dan itu semua ada di Gaza. (and)

Sumber:www.eramuslim.com
Rabu, 25 Juli 2012

Sekolah (Part 2)



Lagilagi.saya ingin menulis mengenai sekolah.

Beberapa hari yang lalu sebelum ramadhan,saya mengikuti  program ujian paket b, dan bisa di katakan,untuk pertama kalinya setelah 2 tahun saya duduk kembali di bangku sekolah.haha. aneh memang.adapun alasan saya mengikuti ujian tersebut,semata2 untuk taat pada orangtua saya,yang berpikiran bahwa ijazah itu masih dibutuhkan,walaupun saya sangat paham ‘dibutuhkan’ yang mereka maksud bukanlah untuk bangga2an,atau hanya untuk mengejar nilai2. namun karena system pendidikan di Indonesia mengharuskan hal tersebut untuk kita yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang yang lainnya,sayapun mengikutinya dengan menjadikan UN ini hanya sebagai washilah buat saya.

Ya walaupun banyak pengalaman2  yang sebenarnya cukup menyakitkan buat saya (haha.becande)..gimana tidak? Anak2 yang mengikuti ujian paket b tersebut justru dari orang dalam sendiri sudah meremehkan mereka,bahkan saya sendiri pun merasakaannya,(mereka tidak tahu kalau saya homeschool),dibilangin macam2,Putus sekolah,tidak lulus,anak y ikut paket b itu bego2,(bahkan hanya untuk sekedar mengisi soal2 PKN dan B.Indonesia yang sederhana dibilang tidak mampu!?)dan lain sebagainya.

Haha.aneh bukan.sedangkan dari mereka sendiri sudah seakan meremehkan para siswa,untungnya saya yang mengikuti ujian ini sama sekali tidak bermaksud hanya untuk mendapatkan ijazah,lalu bagaimana dengan yang lainnya?saya jadi tidak heran lagi dengan anak2  yang bahkan sampai kerasukan hanya karena tidak lulus UN dan harus mengulang dengan ujian paket b, ternyata persepsi terhadap anak2  tersebut memang benar2 menjatuhkan mental dan membuat kita merasa terhina.dan pada akhirnya bisa melahirkan generasi2 pecundang yang taunya hanya mengejar nilai.

Ok lanjut.

selama dua tahun ini,saya memang menempuh pendidikan homeschool.mungkin kebanyakan orang di Indonesia masih awam dengan homeschool,bahkan kadang terkesan meremehkan. walaupun jelas saya tidak akan mengatakan semua orang seperti itu.terlalu banyak bahkan yang paham.karena itu saya ingin lebih banyak lagi.

Baiklah.

Ini bermula ketika saya mulai merasa aneh dan bosan dengan cara saya belajar di sekolah.ini bukan karena saya tidak mampu dengan semua pelajaran itu,tapi ketika saya merasa bahwa ada ada yang salah dengan cara saya belajar, itu saat dimana saya merasa ada suatu pelajaran yang saya pelajari tidaklah berguna,hanyalah sekedar tahu secara teori.bahkan makna yang sesungguhnya pun tidak saya mengerti.

Jujur saja.sedari SD kelas satu,saya selalu juara kelas bahkan sampai saya masuk SMP dan melanjutkannya di pesantren,saya masih selalu juara kelas.saya selalu berpikir bahwa sekolah mengharuskan saya harus mampu di semua bidang,bahkan saya selalu memaksakan diri untuk mempelajari  semua bidang secara mendalam,dan mungkin tidak ada yang tahu,tapi pada saat itu,saya mulai merasa frustasi.

Kenapa? Sebab saya tidak juga menemukan diriku sendiri.saya tidak juga menemukan apa mimpi saya sebenarnya.namun mimpi yang saya maksud tentunya urutan kedua setelah menjadi Hafidzah.Hafidzah sejati selalu menjadi nomor satu.insya Allah.

Saat itu saya mulai merasa bingung,banyak orang yang bilang,saya ini pintar(masa?),hebat di semua mata pelajaran(iya kah?),ya jelas saja!metode belajar saya hanyalah mengandalkan text book.text book.!sebab kita dituntut untuk itu, mereka mungkin tidak tahu,bahwa semua itu membuat saya benar2 terbebani!

Di sekolah,saya di haruskan perfect di segala bidang,dan perfect yang mereka maksud ialah ketika saya bisa mengerjarkan tugas,menjawab soal ,mendapt nilai bagus,dsb,yang keseluruhannya terkadang bahkan tidak bisa menunjukkan kemampuan nyata seseorang akan bidang tersebut.

Contohnya ketika seorang anak ditanya ukuran panjang dan lebar gawang,ia tidak tahu.namun ketika di suruh bermain bola,ternyata ia bisa.dari sini saya juga menyadari  semua yang saya pelajari ,sebagian besar tidak dapat menilai kemampuan saya secara riil.

Contoh selanjutnya,Soal pertama PKN yang saya dapatkan pada saat ujian paket b,(yang sebenarnya bisa buat kita cukup ngakak.). “Tindakan manakah yang merupakan tindakan criminal?” (what!?) a.blala.b.blala. dst.. lalu apakah soal itu benar2  mampu menilai seseorang,bahwa orang ini paham(untuk di aplikasikan) apa itu criminal atau tidak? Kalau tidak,lalu untuk apa dijadikan soal? sempit.dari sini pula,saya lagi2 sadar.

Dan begitu banyak contoh2 sederhana selama 7 tahun saya menempuh sekolah formal yang membuat saya semakin sesak.Saya selalu bertanya pada diri sendiri,sebenarnya ada apa? saya bisa mempelajari semua ini,saya bisa dapat nilai bagus di semua mata pelajaran,tapi ada apa? kenapa saya selalu merasa tidak menjadi diri saya sendiri?tidak nyaman?

Akhirnya.sampailah saya pada titik terang yang disana terkumpulah keberanian (ehm.) dalam diri saya untuk memutuskan.Saya tidak bisa melanjutkan sekolah formal ini.

Saat itu,saya menyadari,semua yang selama ini membuat saya terbebani,takut untuk menujukkan diri yang sebenarnya,yang membuat saya memahami bahwa belajar hanyalah sebatas mendaptkan nilai bagus di ujian akhir,yang membuat saya berpikiran begitu sempit,takut berpikiran terbuka..

saya menyadari.sekolah formal yang saya jalani adalah siksaan buat saya.!
Silahkan menyebut saya gila,aneh,ataupun berlebihan.namun lihatlah alasan saya terlebih dahulu.

SEKOLAH!

Seakan akan semua hanya dapat diukur dengan angka semata.mulai dari latihan soal sampai Ujian nasional.!ini tidak adil,Sekolah benar2 tidak mampu mengakomodasi semua kemampuan unik setiap siswa.semua disama ratakan.dengan cara penilaian yang sama.sehingga siswa yang menunjukkan perbedaan justru dikerdilkan.

Belum lagi ujian nasional yang sesungguhnya benar2 mengherankan,atau lebih kepada intinya lagi,Menyakitkan!?
Bisa2nya perjuangan siswa belajar selama 6 tahun untuk SD,3 tahun untuk SMP dan SMA,Perjuangan guru2 mengajarkan murid2nya dengan ikhlas, tiba2 saja di veto oleh pemerintah dengan Ujian nasioanal dengan penilaian system komputerisasi!!??dengan kebanyakan soal yang bisa dibilang lucu!?(apaomong ini!?)

Sungguh oh sungguh.ini tidak adil.semua itu benar2 tidak bisa disebut dengan penilaian.tidak!
Bagaiamana mungkin seluruh anak bangsa yang ada dinegeri ini,seluruhnya di sama ratakan dengan program yang pemerintah sebut ‘ujian nasional’

Lalu bagaiman dengan anak2 yang tidak memiliki kemampuan menyeluruh di seluruh bidang itu?
anak2 yang pandai di bidang olahraga misalnya,apakah mereka akan dianggap bodoh dan mustahil sukses ketika gagal di UN atau setidaknya rendah di matematika,sementara dia begitu hebat di olahraga?

Bagaimana dengan anak yang punya keterampilan2 khusus? apakah mereka semua tidak akan pernah sukses hanya karena tidak lulus UN? Ya.mungkin bisa saja,sebab mungkin telah tertanam dalam diri mereka,bahwa UN adalah penentuan akhir dari segalanya.

Saya jadi ingin bertanya,apakah semua mata pelajaran yang siswa pelajari,siswa ujiankan dalam UN,keseluruhannya akan menjadi profesi  bagi mereka untuk kehidupan selanjutnya? Tidak kan? mana mungkin siswa harus menjadi seorang dokter,mekanik,fisikawan,Sastrawan,budayawan, dsb,sekaligus untuk satu kehidupan mereka. (adanya mereka mampus duluan.)

Lalu kenapa? Oh,kenapa? siswa dituntut haru bisa semua pelajaran?? kalau tidak bisa? Bodoh! Tidak lulus!gagal!

ya.ini jadi tidak mengherankan,ketika kebanyakan anak hasil dari pendidikan yang disebut2  dapat mencerdaskan itu,justru hanya menghasilkan anak2  yang  kebanyakan hanya mengejar dan mengagung agungkan lembar ‘sakti’ yang bahkan membuat banyak siswa meratap2,ingin bunuh diri hanya karena tidak mendaptkan 1 lembar kertas tersebut.apa itu? IJAZAH! ataukah anak2 yang hanya mengejar gelar akademik semata.bagaimana tidak? Orang sedari SD itu yang tertanam. Harus lulus UN bro! kalau tidak? The End!

Berawal dari sinilah saya berpikir,sekolah itu terasa otoriter!diskriminatif!tidak kreatif,dan tidak lagi menyenangkan buat saya,menjadi beban,yang bahkan bisa membuat anak didiknya layu sebelum berkembang..

Selanjutanya.Diluar dari masalah penilaian..

Saya berpikir semua yang saya pelajari terlalu materialis,inilah akibat dari mencontoh gaya belajar barat,contohnya ketika kita mempelajari mengenai makhluk hidup,di buku pelajaran IPA, kita tidak pernah mendapati ada unsur keTuhanan yang dimasukkan.seakan2 kita ini tercipta secara sendirinya,padahal sudah jelas ada Allah subhanahu wata’ala yang telah menciptakan kita.

Saya juga begitu sulit untuk fokus,bagaimana tidak? Jam pelajaran yang sangat ketat,dan berganti dari satu pelajaran kepelajaran yang lain denagn sanagt cepat, yang pergantiannya terkadang bisa dibilang ngga nyambung.apa coba? Dari belajar b.indonesia yang misalnya kita sedang menulis puisi, tiba2 berganti dengan matematika .karena itulah mungkin saya sulit menemukan bakat saya, apa yang membuat saya tertarik.disebabkan tuntutan sekolah dan kurikulum yang mengharuskan kita mengikutinya.padahal bukankah sekolah dan kurikulum itu justru untuk anak? Bukannya kita untuk mereka?lagi2.aneh.

Saya merasa sempit dan terbatas.dalam pelajaran2 di sekolah,terkadang kita baru dikatakan mampu ketika hal itu sesuai dengan buku2 pelajaran.padahal bahkan,adak makna2 yang bisa kita perluas,dan tidak bisa hanya perpatokan pada buku pelajaran.

Belum lagi Indonesia yang memberlakukan 1400-an jam per tahun jam pelajaran disekolah,dan ini baru untuk SD.padahal,jika dilihat,UNESCO hanya menyaratkan 800-900 jam pelajaran per tahun.sungguh luar biasa.! Luar biasa membuat anak didiknya bosan abis di kelas!!

Dan yang paling membuat saya berpikir untuk meninggalkan Sekolah formal adalah,saat saya menyadari Sekolah semakin bergeser dari fungsinya,yakni salah satunya,mempersiapkan para siswa menghadapi tantangan tantangan yang pasti mereka akan hadapi di luar sekolah. Mempersiapkan siswa menghadapi dunia nyata dan memiliki kepekaan terhadap apa yang diharapkan atas mereka,bagaimana mereka akan di tantang,dan apa yang mampu mereka lakukan.Justru tidak saya dapati.yang saya dapati,hanyalah untuk mengejar nilai dan ranking.!

Dan dari semua itu,yang paling menonjol adalah,anak2 sekolah formal,sering menilai diri mereka sendiri dari NILAI yang mereka dapatkan di sekolah.Jikah NILAI bagus maka ia akan merasa pandai dan di anggap pandai.sebaliknya,jika NILAI buruk,maka ia akan merasa bodoh dan dianggap bodoh.dan terciptalah anak2 yang tidak percaya diri,hanya karena mendapati NILAInya buruk dari satu mata pelajaran.(kebanyakan orang patokannya matematika.ckck).dan hadirlah anak2 yang benar2  gagal di dunia nyata hanya karena dianggap gagal disekolah.ini terjadi kerena sekolah yang tidak menghargai kegagalan dan siswa yang mendapat NILAI buruk dianggap siswa gagal! Miris!

Dan begitu banyak alasan2 lainnya yang membuat saya enggan meneruskan Pendidikan di sekolah formal.
Lalu..

Apa yang saya dapatkan dari homeschool.? Sejujurnya saya tidak bisa sepenuhnya dikatakan homeschool.mengapa? karena nyatanya saya lebih banyak belajar secara otodididak.

Kebanyakan orang beranggapan,bahwa homeschooler ataupun orang yang belajar dengan otodidak itu dianggap tidak sekolah.ini jadi aneh.apakah belajar dan sekolah sedemikian sempit maknanya?hingga yang dimaksud belajar dan sekolah hanyalah di saaat kita berada dalam bingkai sekolah formal?

Lalu menurut saya?

Ya.Belajar,menuntut ilmu,sekolah,tidaklah sesempit itu maknananya.yang saya pahami ialah bahwa sesungguhnya seluruh proses yang kita jalani dalam hidup kita ini,adalah belajar! Itulah belajar yang sebenarnya.mulai dari saat kita dikandung hingga terlahir seperti sekarang ini.

itu berarti,bahwa belajar,tidak pernah ada batasnya!! Guru kita adalah kehidupan itu sendiri..bersama orangtua,saudara dan keluarga,teman,buku,berbagai macam orang dengan berbagai macam keahliannya  dibidang masing2,..mereka semua itu..adalah guru!

Seperti itulah saya memhami belajar saat ini.

Ketika saya belajar bahwa dalam hidup ini,kita harus mempunyai visi dan tujuan,dari kedua orangtua saya..
Ketika saya belajar kedisiplinan ,konsisten,dan komitmen dari seluruh yang kujalani di setiap hari2ku..dan ini

berarti,hari2 dalam hidupku,sudah pasti juga merupakan guruku.

Ketika saya belajar bersosialisaisi dari teman2ku..

Ketika saya bahkan belajar berkompetisi dari diri saya sendiri,yang mungkin kebanyakan orang beranggapan homeschooler tidaklah mampu bekompetisi,namun haruslah mereka tahu,bahwa sesungguhnya,kompetisi terberat adalah dengan diri kita sendiri dan selanjutanya dengan kehidupan yang kita jalani..sebab kompetisi tidak harus selalu berarti berlomba mengejar rangking,berlomba mendapat nilai terbaik dan sebagainya..

Dan ketika saya belajar..bahwa hidup ini,sesungguhnya adalah belajar itu sendiri!

Lalu bagaimana dengan pelajaran2 umum yang lainnya.?

yap.aku lebih senang mempelajarinya dengan rasa ingin tahu yang besar,tidak hanya menunggui guru memberikan seluruh penjelasannya di depan kelas.aku mencoba membuat diriku tertantang dan segera mencari tahu dari orang2 yang kuanggap mampu,membaca,searching di internet,menuliskannya,dan bertualang dengan hal yang sedang kupelajari..!

Belajar seperti ini membuat saya merasa tidak lagi tertekan.justru saya semakin memiliki rasa ingin tahu besar! Lebih termotivasi.saya bisa dengan bebas menjadi diri sendiri,berimajinasi, tanpa ada rasa takut dan sebagainya.saya selalu ingin belajar tanpa batas.namun disini saya tidak hanya belajar hal2 yang membuatku tertarik saja,namun juga yang lain sesuai dengan porsinya .tidak berlebihan.sebatas saya paham.dan saya pun punya waktu lebih banyak untuk hal2 yang kusenangi.saya tidak hanya menerima pelajaran saja dari guru,namun dituntut untuk lebih mencari tahu.saya lebih percaya diri.dan dari semua itu,yang paling berarti ialah,apa yang saya pelajari bisa membuat saya langsung mencoba untuk mengaplikasikannya.Alhamdulillah.

Mungkin orang di sekitar saya beranggapan,bahwa saya tidak lagi seperti dulu,yang bahkan bisa mendapat nilai bagus di semua bidang.

Namun tahukah kawan..

Selama dua tahun perjalananku mencoba gaya belajar tersebut..untuk pertama kalinya dalam hidupku.aku menjadi tertarik terhadap sesuatu bukan karena nilai2ku dan pendapat orang2,namun dari diriku sendiri..

Saya bahagia.ketika mencoba banyak tahu dan belajar tentang astronomi.bintang.bulan. berbagai macam benda2 langit.membuat kita selalu bersyukur akan alam semesta yang begitu luar biasa yang telah diciptakan Allah subhanahu  wata’ala. Membuat kita menyadari,bahwa kita ini terlampau kecil untuk sombong.Membuatku bebas berimajinasi tanpa ada batas,sebab semua bisa saja mungkin terjadi di alam semesta yang bahkan tak dapat kita ketahui luasnya ini. Berimajinasi dengan otak kanan dan berpikir sistematis dan logika dengan otak kiri, keduanya diasah ketika berbicara tentang astronomi. semua itu menyenangkan.

Aku merasa sama sekali tidak terbebani ketika mencoba mencurahkan seluruh pikiranku lewat gambaran2 absurd..dan disini saya merasakan betul perbedaanya,ketika dulu saya sama sekali tidak bisa menggambar dari hati disebabkan rasa tertekan karena harus dinilai lagi.sedangkan saat ini saya bisa dengan bebas menggoreskan apapun yang ingin saya gambar,tanpa takut itu akan jadi jelek,dapat nilai rendah,norak dan sebagainya..

Disaat saat sederhana  itulah.saya meyakini jalan yang kuambil,bahwa dengan cara seperti inilah saya belajar..

Intinya semua itu tergantung dari diri kita sendiri..

Kitalah yang berhak memutuskan,..

Adapun semua yang saya katakan mengenai sekolah,itu semua adalah pendapat saya.dan orang bisa berbeda pendapat.

Diluar dari semua pendapat saya mengenai sekolah formal,saya yang pernah menjalani nya 7 tahun,walupun pada saat itu saya sering merasa tertekan,namun saya tetap bersyukur,pernah memiliki teman dan guru2 yang baik.

Dan untuk kita semua,baik itu di dalam ataupun diluar sekolah formal kita semua sedang menjalani proses.dan itu adalah belajar.

dan bagi saya..
“proses yang baik dengan do’a dan perjuangan besar,sesungguhnya adalah kesuksesan yang sejati..!” bukankah Allah tidak hanya akan melihat dari hasil akhir..?

belajarlah kita..

dan teruslah belajar..

Seperti halnya..

Penulis yang harus menciptakan tulisannya..

Penyair yang harus menuliskan sajaknya..

Pelukis yang harus menggoreskan lukisannya..

Kita pun harus bisa menjadi  apa yang  kita ingin,mampu,dan tentunya Allah izinkan,untuk kita jadi..

Dan sampai akhir hayat.kita akan selamanya menjadi pembelajar.

Selamat untuk terus Belajar wahai para pembelajar!

Makassar,22 Juli 2012.
Jam 2.30.Menjelang sahur..

Aisyah Ikhwan,
R2’s Think.

  
                                                                                




Kamis, 12 Juli 2012

Habits!


"Keahlian tidaklah lahir begitu saja dari dalam diri kita.biidznillah,kebiasaan itu diciptakan!dengan latihan dan pengungalangan secara terus menerus!di mulai dari saat ini..!dan di masa depan,insya Allah kita bisa dengan santai menjawab orang yang terkagum2 dengan keprofesionalan kita akan satu bidang dengan jawaban.."alhamdulillah.itu sudah jadi habits.biasaa.."

Ia



 "Ia tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan." -Jalan Cinta Para Pejuang- 

:)



Smile for your sister is Shadaqah!
tersenyumlah..tersenyumlah..:)

Al Aqsha..



Semoga tetesan keringat,air mata dan darah umat ini ..... Menyatu menjadi gelombang yang dahsyat meluluh   lantakkan kezaliman.....


Rebut kembali al Aqsha........
Rebut kembali palestina
Deritamu tak lunturkan asa
Darahmu memantikkan gelora

Allahu Akbar....Allahu Akbar.....Allahu Akbar


-Ikhwan-

Jumat, 27 April 2012

Keep Moving Forward


"Dirimu bukanlah seperti yang dikatakan oleh dirimu sendiri dan manusia, tetapi dirimu adalah apa yang Allah katakan,apa yang Allah nilaikan.Dia adalah sebaik2 Penilai...keep moving forward!"


-Nafisah Ikhwan..Achi.My The Best Of The Best Sister Insya Allah-
Rabu, 16 November 2011

Palestina Menggugat


oleh Ustadz Muhammad Ihsan Zainuddin, Lc, M.Si

Hari ini, aku akan menggugat jiwa-jiwamu yang kerdil!
Hari ini, aku menggugat seluruh kemalasanmu!

Aku menggugat kemalasanmu yang mengaliri setiap darahmu!
Aku menggugat hatimu yang hanya pandai membebek pada nafsu!
Aku menggugat pikiranmu yang tak habis-habisnya berfantasi tentang dunia!
Aku menggugat engkau, wahai yang siang malamnya dipenuhi obsesi-obsesi yang rendah;


Obsesi para pecinta dunia!

Aku menggugat engkau, wahai yang sepanjang tahun hidup dalam kenyamanan tak habis-habisnya!

Yang setiap kali tiba waktunya makan siang, dengan santainya bertanya: “Makan di mana kita siang ini?”

Yang setiap kali anaknya sedikit flu dan demam, dengan mudahnya berkata: “Ayo bawa ke dokter fulan, soal biaya bukan masalah!”

Yang setiap kali butuh uang, dengan mudahnya pergi ke ATM atau menggesek kartu kreditnya

Yang setiap hari dengan mudahnya menghabiskan beribu-ribu rupiah untuk membeli pulsa
Yang setiap waktu dapat pergi ke mana saja tanpa rasa takut yang mencekam


Hari ini, aku menggugatmu!
Wahai penduduk negeri yang para pejabatnya asyik melakukan korupsi secara berjamaah
Wahai penduduk negeri yang artis-artisnya disibukkan dengan skandal video porno
Wahai penduduk negeri yang negrinya nyaris ambruk karena perzinahan dan hamil di luar nikah nyaris jadi hal biasa
Wahai penduduk negeri yang katanya krisis, tapi nafsu belanja penduduknya sungguh luar biasa!

Hari ini, aku menggugatmu!
Aku menggugatmu atas nama ribuan manusia yang terpenjara di negeri mereka sendiri
Aku menggugatmu atas nama para ayah yang tak bisa lagi mencari sepotong roti untuk anak-istrinya
Aku menggugatmu atas nama para ibu yang air susunya mengering karena kekurangan gizi

Aku menggugatmu atas nama anak-anak yang menggigil kedinginan dalam tenda sempit yang telah sobek dihempas angin musim yang menusuk

Aku menggugatmu atas nama orang-orang tua kami yang renta, yang giginya gemeretak karena tertidur di bawah langit terbuka.

Aku menggugatmu atas nama para pemuda yang melawan peluru dan rudal keji dengan batu

Aku menggugatmu atas nama setiap tetes darah dan air mata yang menetes di setiap jengkal negeri para nabi dan rasul

Aku menggugatmu atas nama ribuan hamba Allah yang terkurung dalam sebuah penjara terbuka bernama: GAZA!


Aku menggugat setiap doamu
Aku menggugat setiap tarikan nafasmu
Aku menggugat setiap obsesi hidupmu
Aku menggugat perhatianmu
Aku menggugat setiap rupiahmu
Aku menggugat semua itu!


Tapi jika engkau tak peduli
Tidak usah khawatir, kawan!
Allah pasti akan menolong kami


Jika engkau berlagak tidak tahu
Tidak usah cemas, sobat!
Allah pasti akan menolong kami


Tapi apakah Ia akan menolong kalian atas semua ketidakpedulian kalian?
Tapi apakah Ia akan mengampuni kalian atas semua lagak ketidaktahuan kalian?
Entahlah ..


Namun yang pasti, mulai hari ini hingga seterusnya
Aku akan terus menggugatmu
Aku tak akan berhenti menggugatmu


Duhai Palestina ..
Duhai Gaza ..
Maafkan kami, karena baru hari ini
Kami menggugat diri kami sendiri.

*Mengenang Acara Wisuda/Khataman Santri Ma'had Tahfidhul Qur'an WI.Buat anak-anak tahfidz yang telah membawakan puisi ini,Subhanallah!! salut2. pembawaan yang luar bisa.
Kamis, 20 Oktober 2011

Brosur Markaz Tahfidhul Qur'an Al Aqsha


Senin, 26 September 2011

Jejak Teguh Para Pejuang






“Sesungguhnya sejarah Islam tidak akan menggoreskan tintanya kecuali untuk para lelaki yang jujur kepada Allah dan kepada siapa saja yang menyertainya, mempraktekkan kata-katanya, dan maju dibarisan depan.” Mujahidin bertempur dalam nama Allah, dan Allah adalah kekal. Kematian dari salah satu Komandan hanya meningkatkan inspirasi dan moral para Mujahidin! Para mujahidin tahu mengapa kita berjuang dan untuk tujuan apa! (KHATTAB,Komandan mujahidin Chechnya.)

“Mencari syahadah! Karena syahadah bukan mencari hidup, akan tetapi kehidupan yang abadi! bukanlah  kehidupan bernegara yang merdeka, karena itu kami tidak takut mati!bahkan kami bertambah kuat denagn izin Allah!kami selalu bermusyawarah panjang dengan harapan mendapat pertolongan dari Allah subhanahu wata’ala,dan merdeka Insya Allah..!” 
(Imam As Syaikh Ahmad yasin)

“Kematian itu sama..baik  karena dibunuh atau karena penyakit..ialah perkara yang sama…
kita semua menunggu hari terakhir hidup kita..tiada yang berbeda..sama..ada yang di tembak dengan apatche atau karena sakit jantung…saya memilih dibunuh dengan apatche!!!”
“I prever  apatche..!” (singa palestina,Dr.Abdul Aziz Ar rantishi)


“Niatku adalah melaksanakan perintah Allah,”Berjihadlah kalian fii saabilillah.”(Al-Maidah:53)Semangatku adalah mencurahkan segala upaya untuk mengabdi pada agamaku,agama Allah.
Tekadku adalah mengalahkan semua orang kafir dengan tentaraku,tentara Allah!
Pikiranku terfokus pada kemenangan berkat taufik dan perlindungan Allah.
Jihadku adalah dengan jiwa dan harta.Apa lagi yang harus dilakukan di dunia selain melaksanakan perinta
 Allah.Harapanku adalah pada pertolongan Allah dan keunggulan daulah utsmani atas musuh musuh Allah…!”
(As-shultan Muhammad Al Fatih.Penakluk Konstantinopel!)

“Duhai sesembahanku dan pelindungku.Apabila kesyahidanku dapat menjadi penyelamat bagi tentara kaum muslimin,maka jangalah Engkau halangi aku untuk mati syahid di jalanMu agar aku bisa meraih nikmat berda disisimu.sesungguhnya sebaik baik nikmat adalah berada di sisimu..!”
(Do’a Sulthan Murad I.Pemimpin Daulah Ustmaniyah.)

“Daripada kalian sibuk menghitung jumlah musuh,lebih baik kalian sibuk melawan mereka..!
(Panglima Khalid bin Walid)
"Banyak manusia memilih kehidupan sebagai jalan menuju kematian.Akan tetapi kami lebih memilih kematian sebagai jalan menuju kehidupan."(Syamil Basayev)

"Tiada kehidupan yang paling indah selain hidup bersam singa singa Allah yang tak mengenal kata tunduk di hadapan setiap kedzaliman."(KHATTAB,Komandan Mujahidin Cechnya)

"Jika surga itu murah, mengapa Bilal harus rela menikmati punggungnya terbakar oleh teriknya matahari.
Jika surga itu mudah, mengapa Yasir dan Sumayyah lebih memilih memberikan nyawanya daripada keyakinannya." 

..majulah dengan barakah Allah. Kita pasti memperoleh satu di antara dua kebaikan: menang atau syahid!!Insya Allah..aamiin.."


Jumat, 16 September 2011

Qootil



جِرَاحُ الأُمَّةِ الثَّكْْلَى تُنًادِيْ فَهُبُّوا يَا بَنِيْ قَوْمِي اُسُوْدًا
This is call for you o Injured Ummah
O my people! Prepare the Lions
أَعِيْدُوا لِلدُُّنَا أَمْجَادَ عْصِرِ وَ فُلًّوْا بِالْحَدِيْد لَنَا الْقُيُودًا
Return to your religion the service that deserves
Release of handcuffs and finish complaints
أَقِيْمُوا بِالْحِمَى حِصْناً مَنِيْعًا تُتَوِّجُ هَامَةَ السُّحْبِ السُّدُوْدًا
Build a castle to be wrapped by the four sides
The Roof’s in fogs and sky to arrive.
أَيَا أَبْنَاءَ جِلْدَتِنَا أَفِيْقُوا مِنَ الشَّهَوَاتِ يَكْفِيْكُمْ رُقُوْدًا
O sons of my people! Wake up
Was not enough the wander of the prison of lust
نَعَمْ قَاتِلْ لأَ نَّكَ نَصْرُنَا
Fight ! Fight because you are our victory!
قًاتِلْ نِدَاءَ الْكُفْرِ فِيْ كُلِّ الْحُصُوْنِ
Fight in every country, where there reached the echo of KUFR!
نَعَمْ قَاوِمْ لأَنَّكَ فَجْرُنَا
And stand up! You are our dawn
قَاوِمْ وَ أَمْطِرْ مِنْ سُلالَةِ صُهْيُوْنِ
Stay and pour bullets on belt of sionizm
فَلْتُقَاتِلْ
Do not stop fight!
فَدِيْنُ اللهِ يَا قَوْمِي يُعَانِي وَ قَدْ لاَقَى صُدُوْدًا وَ جُمُوْدًا
Hey my people look how the religion is sad
Each denies and pike ..
فَمَنْ مِنْكُمْ يَقُوْلُ بِمِلْئِ فِيْهِ أَعِيْنُوا الدِّيْنَ يَا أَهْلَ الجُحُوْدَ
Are there any brave to speak on the side of Hakk(Truth)
To speak against kufr and call in aid to religion
وَ يَصْرُخُ فِي ظَلاَمِ الْكَوْنِ هَيَّا اَعِدُّوا عِدَّةً الْحَقّ وَقُوْدًا
To appeal in this call in the middle of darkness
Prepare forces of hakk against kufr
وَ يَصْرُخُ فِي ظَلاَمِ الْكَوْنِ هَيَّا اَعِدُّوا عِدَّةً الْحَقّ وَقُوْدًا
To appeal in this call in the middle of darkness
Prepare forces of hakk against kufr
نَعَمْ قَاتِلْ لأَ نَّكَ نَصْرُنَا
Fight ! Fight because you are our victory!
قًاتِلْ نِدَاءَ الْكُفْرِ فِيْ كُلِّ الْحُصُوْنِ
Fight in every country, where there reached the echo of KUFR!
نَعَمْ قَاوِمْ لأَنَّكَ فَجْرُنَا
And stand up! You are our dawn
قَاوِمْ وَ أَمْطِرْ مِنْ سُلالَةِ صُهْيُوْنِ
Stay and pour bullets on belt of sionizm
فَلْتُقَات  
Do not stop fight!


Ghuraba’



Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`
Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`
Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`

Ghurabaa’ wa li ghairillaahi laa nahnil jibaa
Ghurabaa’ do not bow the foreheads to anyone besides Allah

Ghurabaa’ war tadhainaa haa shi’aaran lil hayaa
Ghurabaa’ have chosen this to be the motto of life

Inta sal ‘anna fa inna laa nubaali bit-tughaat
If you ask about us, then we do not care about the tyrants

Nahnu jundullaahi dawman darbunaa darbul-ubaa
We are the regular soldiers of Allah, our path is a reserved path


Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`
Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`

Lan nubaali bil quyuud, bal sanamdhii lil khulood
We never care about the chains, rather we’ll continue forever

Lan nubaali bil quyuud, bal sanamdhii lil khulood
We never care about the chains, rather we’ll continue forever

Fal nujaahid wa nunaadhil wa nuqaatil min jadeed
So let us make Jihad, and battle, and fight from the start

Ghurabaa’ hakazhal ahraaru fii dunya-al ‘abeed
Ghurabaa’ this is how they are free in the enslaved world

Fal nujaahid wa nunaadhil wa nuqaatil min jadeed
So let us make Jihad, and battle, and fight from the start

Ghurabaa’ hakazhal ahraaru fii dunya-al ‘abeed
Ghurabaa’ this is how they are free in the enslaved world

Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`
Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`

Kam tazhaakkarnaa zamaanan yawma kunna su’adaa`
How many times when we remembered a time when we were happy

Bi kitaabillaahi natloohu sabaahan wa masaa`
In the book of Allah, we recite in the morning and the evening

Kam tazhaakkarnaa zamaanan yawma kunna su’adaa`
How many times when we remembered a time when we were happy

Bi kitaabillaahi natloohu sabaahan wa masaa`
In the book of Allah, we recite in the morning and the evening

Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`
Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`

Kamis, 15 September 2011

Agar Jangan Sampai Ada Yang Mengatakan: "Burung Burung Kelaparan Di Negeri Islam!"



Bertempat cerita ini di sebuah negara Muslim yang nyata, yang diberlakukan di dalamnya hukum Sang Pencipta  , telah terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Islam Umar bin Abdul Aziz yang hanya belangsung kurang lebih  tiga puluh bulan , yang nilainya lebih baik dari tiga puluh tahun, dengan tersebarnya  keadilan, keimanan, kesalehan dan kedamaian  pikiran, dan orang-orang hidup pada level yang belum pernah  terlihat sebelumnya

Tapi ternyata keluhan yang mengejutkan  dari beberapa wilayah negeri  (Mesir dan Syam dan  Afrika ...), dan keluhan itu adalah bahwa tidak ada tempat untuk menyimpan perbendaharaan harta  dan zakat, mereka berkata  apa yang kita lakukan dengan harta yang berlebih dan tidak punya tempat ini?

Khalifah Umar bin Abdul Aziz, ra  kemudian mengirim utusan dan menyerukan di negeri-negeri Islam tersebut
Wahai sekalian manusia: Siapa saja yang yang bekerja untuk Negara  negara dan tidak memiliki rumah untuk tinggal maka diadakan rumah untuk mereka atas tanggunngan baitul mal kaum muslimin.

Wahai manusia: saja yang yang bekerja untuk Negara  dan tidak memiliki  kendaraan , maka diadakan kendaraan  untuk mereka atas tanggungan baitul mal kaum muslimin

Wahai manusia: Siapa saja yang yang bekerja untuk Negara  dan memiliki utang dan tidak  mampu membayarnya , maka dilunasi utangnya  atas tanggungan baitul mal kaum muslimin

Wahai manusia: Siapa saja yang pada usia perkawinan  dan tidak mampu   menikah, maka dibiayai pernikahannya   atas tanggungan baitul mal kaum muslimin

Maka menikahlah para pemuda, terlunasilah utang orang yang berutang, dibangunkan rumah orang yang tidak punya rumah, dan diadakan kendaraan bagi yang tidak memiliki kendaraan

Namun ternyata setelah kelebihanharta tersebut dibagikan sesuai peruntukan yang diamanahkan khalifah, ternyata masih saja datang keluhan dari para gubernur di wilayah-wilayah tersebut, bahwa tempat penyimpanan harta benda di baitul Mal tidak muat ,,,,

Maka Khalifah pun memerintahkan untuk membagikan kelebihan tersebut pada fakir miskin kaum  Yahudi dan Nasrani…..agar kebutuhan mereka terpenuhi…., maka dilaksanakanlah perintah ini….namun keluhan yang sama masih berlanjut…… tempat penyimpanan harta benda di baitul Mal masih tidak muat

Sang khalifah pun berkata : Apa yang bisa saya buat, inilah kelebihan yang Allah berikan kepada siapa  yang dikehendakinya….ambillah kelebihan berupa bebijian itu dan hamparkan di gunung dan perbukitan agar menjadi menjadi makanan burung , agar jangan sampai ada yang mengatakan : "Burung-burung kelaparan di negeri Islam !"








Who am i?

Foto saya
Khartoum, Al Khartoum, Sudan
Ikhwan's No.3 | Fakhrurrazi's 💍| Cintanya Al amin Muhammad| Student Mom yang menikah di usia 16 dan masih terus belajar menjadi Ibu, Istri, dan anak yang sholihah.

Followers